Kabar Jabodetabek
Hizbut Tahrir dan Serikat Pekerja PLN Demo DPR
Selasa, 8 September 2009 12:33 WIB
Jakarta, (tvOne)
Sekitar 200 orang gabungan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Serikat Pekerja (SP) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggelar unjuk rasa. Massa menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kelistrikan.
Berdasarkan pantauan, massa berkerumun di depan gerbang utama Gedung DPR, Selasa. Massa gabungan Hizbut Tahrir dan SP PLN ini sempat membuat arus lalu lintas ke arah Slipi, Jakarta Barat, tersendat.
Dalam aksinya, massa yang mengenakan pakaian serba hitam itu juga membawa bendera, spanduk, dan poster penolakan. Massa menilai RUU Kelistrikan akan merugikan PLN.
"Penjajah global akan terus bekerja hingga kekayaan negara Indonesia dikuasai," kata seorang orator dari Hizbut Tahrir di atas mobil pengeras suara. Massa menilai pengesahan RUU Kelistrikan jelas membuat gagasan ke arah privatisasi.
Orasi dari Hizbut Tahrir juga menegaskan, kasus PLN hanya satu contoh bahwa masyarakat Indonesia yang diperalat. "Privatisasi yang pasti akan menghancurkan PLN," teriak orator dari SP PLN. (vivanews.com)
