tvOne Newsticker
Minggu, 14 Maret 2010

Kabar Jabodetabek

PLN Bekasi Masih Berlakukan Pemadaman Bergilir

Rabu, 25 November 2009 12:32 WIB

Bekasi, (tvOne)

Pemadaman bergilir masih terjadi di Kota Bekasi setidaknya hingga awal Desember 2009 mendatang akibat minimnya daya listrik yang dimiliki PLN setempat.

Manajer Area Pelayanan Jaringan PLN Bekasi, Agung Nugraha, di Bekasi, Rabu, mengatakan, beban puncak saat ini mencapai 780 Mega Watt (MW) dengan jumlah pelanggan sebanyak 700-an ribu baik rumah tangga, sosial dan industri, sementara daya yang ada juga dibagi ke Jakarta.

"Kita minta agar warga menghemat penggunaan listrik, termasuk pengusaha dengan mengurangi suhu AC di mal-mal atau kantor sehingga daya listrik bisa dihemat," ujarnya.

Kegiatan pemadaman bergilir tersebut terpaksa dilakukan namun sebelumnya telah diumumkan kepada warga dan pengguna jasa.

Ia mengatakan, daya yang ada sebenarnya bisa mengakomodir kebutuhan listrik termasuk saat beban puncak sekalipun, namun akibat kerusakan gardu induk di Jakarta, daya listrik akhirnya sebagian dialihkan ke pusat.

Meski begitu daya untuk PLN di Kota Bekasi perlu terus ditambah sejalan dengan pertumbuhan rumah tangga dan industri. Penambahan daya itu memerlukan tambahan investasi yang cukup besar. "Untuk menghasilkan listrik satu MW saja dibutuhkan investasi 1-2 juta dollar AS," ujarnya.

Sebagai satu-satunya perusahaan penyedia listrik, aparat PLN terus berusaha agar pasokan listrik yang dibutuhkan warga dan industri bisa dipenuhi. Ia berharap industri juga bisa mengadakan sendiri listrik, terutama saat terjadi gangguan dalam distribusi.

Pengguna listrik di Kota Bekasi mencapai 60 persen dari total listrik yang disalurkan, lainnya untuk pengguna di kabupaten Bekasi yang dominan untuk industri.

Ia mengatakan, masih ada wilayah di Kabupaten Bekasi yang belum merasakan listrik dan pemasangan jaringan baru terus dilakukan. "Kita telah mengabulkan permohonan pemasangan baru untuk 600 rumah tangga yang meminta dipasangi sambungan listrik. Itu sudah kita kabulkan," ujarnya. (Ant)

ed
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar