Kabar Jabodetabek
Pemkot Bekasi Tata Jalur Hijau
Selasa, 1 Desember 2009 00:00 WIB
Bekasi, (tvOne)
Jalur hijau di Kota Bekasi seperti di jalan Khairil Anwar dan KH. Noer Ali akan ditata dengan ditanami aneka bunga dan pohon hingga memberikan keindahan serta kesejukan. Kepala bidang pertamanan, Dinas Pertamanan, Permakaman dan Penerangan Jalan Umum Kota Bekasi, Uyung Assegaf, di Bekasi, Senin (30/11), mengatakan, sekarang akibat kegiatan pelebaran jalan banyak tanaman dan bunga ikut rusak hingga penataan sangat diperlukan.
Untuk taman yang ada di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Cut Meuthia akan diperbaiki kerusakan-kerusakan seperti lampu, air mancur dan coretan-coretan serta ditambah jumlah tanamannya. "Pada jalur hijau akan ditanam di median jalan aneka tanaman yang berfungsi meningkatkan resapan air serta menghijaukan jalan tersebut," ujarnya.
Selain itu kegiatan pemangkasan pohon yang sudah terlalu tinggi dan rimbun dilakukan di sejumlah ruas jalan Soedirman. "Pohon angsana yang ditanam di sepanjang jalan itu sebagian sudah membahayakan pengendara. Beberapa waktu lalu ada pengendara sepeda motor yang tertimpa pohon," ujarnya.
Ia mengatakan, kegiatan pemangkasan hanya akan dilakukan pada dahan pohon yang sudah rapuh serta dahan-dahan yang mengganggu pandangan pengendara terutama dalam melihat papan penunjuk kawasan. Untuk di jalan Noer Ali ada beberapa rambu lalulintas dan rambu penunjuk wilayah yang terhalang oleh rimbunan pohon yang akan jadi sasaran pemangkasan, seperti didekat penunjuk perumahan Mas Naga.
Beberapa pohon di dalam Kota Bekasi ada yang ditebang sebagai dampak pelebaran jalan, padahal untuk menjadikan pohon besar dan rimbun perlu waktu lebih dari lima tahun. "Kita akan usahakan jalan-jalan protokol yang masih kurang pohon untuk ditanami. Kegiatan yang sama juga dilakukan badan pengendalian lingkungan hidup kota," ujarnya.
Selain itu ada juga pohon yang dipangkas akibat berada di bawah saluran udara tegangan ekstra tinggi hingga membahayakan bagi masyarakat. Pihak PLN telah meminta kepada bidang pertamanan untuk melakukan pemotongan, dikarenakan takut ada kabel yang terkelupas dan mengalirkan alur listrik ke pohon terutama ketika hari sedang hujan.
Uyung juga menyatakan, beberapa pejabat di Kota Bekasi beberapa kali mempertanyakan pemangkasan pohon yang dilakukan dan menilai kegiatan itu kurang bermanfaat, namun setelah dijelaskan mereka bisa memahami. (Ant)
