Kabar Jabodetabek
Gardu Cawang Mulai Beroperasi
Minggu, 6 Desember 2009 22:28 WIB
Jakarta, (tvOne)
PT PLN (Persero) mempercepat pengoperasian kembali satu trafo berkapasitas 500 MVA di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Cawang, Jakarta Timur lebih cepat dari jadwal 19 Desember 2009. "Setelah dilakukan pengetesan, mulai hari ini, pukul 12.15 WIB, trafo Cawang sudah pulih kembali," kata Dirut PLN, Fahmi Mochtar di Jakarta, Minggu (6/12).
Fahmi mengatakan, trafo yang bisa dibebani dengan daya maksimal 400 MW tersebut, saat ini sudah beroperasi 100 MW. Pengoperasian satu trafo tersebut akan memperkuat sistem khususnya daerah Jakarta Timur dan Bekasi. Meski, lanjutnya, masyarakat mesti tetap berhemat, karena beban gardu induk yang memasok Jakarta sudah di atas 90 persen atau berada di atas kondisi normal.
Manajer Area Pengatur Beban PLN Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang, Ikhsan Asad mengatakan, trafo tersebut mulai dilakukan pengetesan dengan beban 100 MW sejak Sabtu (5/12) sore. "Pada hari Minggu ini dipastikan pembebanan berlangsung baik," katanya.
Menurut dia, trafo akan dicoba dengan pembebanan daya maksimal 400 MW mulai Minggu malam. Ia mengatakan, pekerjaan fisik perbaikan trafo Cawang sudah selesai sejak pekan lalu. "Selanjutnya, kami melakukan sejumlah pengetesan agar saat pengoperasian kembali tidak mengalami gangguan," katanya.
Dengan trafo Cawang kembali normal, lanjut Ikhsan, maka beban yang sebelumnya dialihkan ke sub sistem Gandul, Depok, dan Bekasi akan dikembalikan ke Cawang.
Kepala Humas PLN, Ario Subijoko menambahkan, biaya perbaikan trafo Cawang mencapai Rp15 miliar yang berupa transportasi dan pemasangan. Menurut dia, biaya perbaikan tidak termasuk pembelian trafo yang harganya mencapai Rp60 miiliar. "Trafo didatangkan dari Krian, Mojokerto. Kalau beli baru, harganya mencapai Rp60 miliar," ujarnya.
Satu dari dua trafo di GITET Cawang terbakar pada 29 September 2009. Akibatnya, sekitar 200.000 pelanggan listrik di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi yang dilayani gardu Cawang mesti mengalami pemadaman bergilir. Terbakarnya trafo Cawang yang menyusul gangguan trafo di GITET Kembangan, Jakarta Barat yang melayani Jakarta Barat dan Tangerang pada 27 September 2009 telah menyebabkan kapasitas daya di Jakarta dan sekitarnya berkurang 800 MW.
Namun, melalui berbagai upaya termasuk pengalihan ke GITET Balaraja yang baru beroperasi pertengahan Oktober lalu, pelanggan yang disuplai gardu Kembangan sudah tidak mengalami pemadaman bergilir. Sedangkan, pemadaman bergilir akibat kerusakan trafo Cawang baru bisa diatasi pada Kamis (19/11) dengan partisipasi penghematan pelanggan besar dan pembelian kelebihan daya dari sejumlah perusahan.
Beban daya di Jakarta dan sekitarnya yang mencapai 5.200 MW dipasok dari PLTGU Muara Karang sebanyak 1.000 MW, PLTGU Tanjung Priok 840 MW, dan sisanya berasal dari pembangkit lain melalui interkoneksi Jawa-Madura-Bali.
